Showing posts with label HISTORY. Show all posts
Showing posts with label HISTORY. Show all posts

Monday, 2 September 2013

Sejarah Berdirinya NU Teks Translit Pidato KH As'ad Syamsul Arifin






(KH As’ad Syamsul Arifin adalah pelaku sejarah berdirinya NU, beliaulah yang menjadi media penghubung dari KH Kholil Bangkalan yang memberi isyarat agar KH Hasyim Asyari mendirikan Jamiyah Ulama [akhirnya bernama Nahdlatul Ulama]. Pidato ini awalnya berbahasa Madura dan berikut adalah translit selengkapnya)


Assalamualaikum Wr. Wb
Yang akan saya sampaikan pada anda tidak bersifat nasehat atau pengarahan, tapi saya mau bercerita kepada anda semua. Anda suka mendengarkan cerita? (Hadirin menjawab: Ya). Kalau suka saya mau bercerita. Begini saudara-saudara. Tentunya yang hadir ini kebanyakan warga NU, ya? Ya? (Hadirin menjawab: Ya). Kalau ada selain warga NU tidak apa-apa ikut mendengarkan. Cuma yang saya sampaikan ini tentang NU, Nahdlatul Ulama. Karena saya ini orang NU, tidak boleh berubah-ubah, sudah NU. Jadi saya mau bercerita kepada anda mengapa ada NU? tentunya muballigh-muballigh yang lain menceritakan isinya kitab. kalau saya tidak.  Sekarang saya ingin bercerita tentang kenapa ada NU di Indonesia, apa sebabnya? Tolong didengarkan ya, terutama para pengurus, pengurus Cabang, MWC, Ranting, kenapa ada NU di Indonesia. 

Friday, 16 August 2013

KH. As'ad Syamsul Arifin (Situbondo)


KH. As'ad Syamsul Arifin (Situbondo) 


Kiai As’ad, yang rajin membaca dan berlangganan enam koran ditambah sebuah majalah mingguan berdarah Madura asli. Lahir tahur 1897 di Mekah ketika orangtuanya menunaikan ibadat haji. Satu satunya adiknya, Abdurrahman juga lahir di kota suci itu dan bahkan menjadi hakim dan meninggal di Arab Saudi.
Pada umur 6 tahun, oleh ayahnya, K.H. Syamsul Arifin, seorang ulama besar di Madura, K.H. As’ad ditaruh di Pesantren Sumber Kuning, Pamekasan. Menginjak usia 11 tahun, As’ad diajak ayahnya menyeberangi laut dan membabat hutan di sebelah timur Asembagus yang waktu itu terkenal angker “Dulu tidak ada orang, kecuali ha- rimau dan ular berbisa,” kata Kia As’ad mengenang. Di bekas hutan perawan itu, mereka membangur permukiman yang kemudian menjadi Desa Sukorejo.


Tuesday, 2 April 2013

KH. Noer Ali

KH. Noer Ali, seorang Ulama besar yang terlahir dari keluarga Petani. Semangat Nasionalisme yang membara dalam dadanya mampu mengobarkan semangat Perjuangan  kepada masyarakat untuk melawan penjajah Belanda yang sejak lama menjajah tanah air.
Beliau memimpin lasykar Rakyat Bekasi melawan Belanda, pernah bergabung dan menjadi Komandan Batalyon III Barisan Hizbulloh . KH. Noer Ali namanya sangat dikenal oleh rakyat dan ditakuti Belanda karena keberanian dan jiwa patriotnya.






Pangeran Jayakarta

Makam Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegera Kaum, Jakarta Timur, memang tidak pernah sepi dari peziarah yang datang dari berbagai daerah. Di balik cerita mengenai hal itu, ternyata tempat peristirahatan terakhir bangsawan Banten itu pernah dirahasiakan keberadaannya hingga tiga abad.

Makam Pangeran Jayakarta baru diumumkan pada 1965 bertepatan dengan HUT DKI ke-429, yaitu pada massa pemimpinan Gubernur Henk Ngantung atau setelah Belanda pergi.


KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif


Sangat di sayangkan tidak adanya foto atau gambar dari sosok KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif sebagai salah satu Ulama besar dari indonesia tepatnya kota bangkalan pulau madura jawa timur.
Entah itu karena semasa hidupnya tidak ada orang yang sempat mengabadikan foto / gambar KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif atau karena semasa hidupnya sosok KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif tidak bisa di foto. Namun dari informasi keluarga / keturunan KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif karena memang KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif tidak bisa difoto / digambar, mungkin itu karena salah satu Karomah dari KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif.

Adapun salah satu Cucu KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif yaitu KH. R. Fuad Amin menggambarkan bahwa sosok wajah KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif adalah berjanggut lebat seperti umumnya orang arab. Dan KH. R. Fuad Amin malah memberikan foto yang mirip KH. Muhammad Kholil bin Abdul Latif seperti foto ini;


Friday, 22 March 2013

KH. Hasyim Asy'ari


Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy`ari rhm. Beliau adalah pendiri Pesantren Tebuireng dan perintis Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Hadhratusy Syaikh dilahirkan di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, pada 10 April 1875 dari keturunan ulama yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiyai Asy`ari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu,

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. I R M A T A - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger